Thursday, 1 September 2016

Dibalik nama LINESCAPADE




Desember 2016 nanti tepat satu tahun nama Linescapade ini kami gunakan sebagai suatu wadah untuk kami saling berbagi, bercerita, dan menjelajah berbagai tempat indah di Indonesia dan khusunya yang ada di Lampung ini. Dari nama Linescapade inilah kami 6 orang dari latarbelakang yang berbeda-beda dapat menjadi satu keluarga, keluarga petualang (Tapi kami bukan bolang) yang siap berpetualang ketempat-tempat indah, berbagi dengan masyarakatnya, Menikmati keindahannya, dan menceritakan keindahan yang kami dapat itu ke dunia luar dengan harapan kami dapat membantu mengeksplore daerah tersebut agar tidak hanya kami dan warga disekitar daerah itu saja yang tau, tapi juga masyarkat umum di Indonesia dan mungkin bahkan di dunia. Kami 6 orang dalam Linescapade ini memiliki hobi yang lebih kurang sama, itulah yang membuat kami bisa menjadi satu dalam Linescapde ini. Hobi kami antara lain Berkendara dengan sepeda motor dan kami juga senang dengan kegiatan traveling atau jalan-jalan, itulah sebabnya kami menyebut diri kami ini MOTORTRAVELER ya karena kami jalan-jalannya dengan menggunakan motor. Jadi 6 orang itu adalah Andy Qithing ( Koordinator), Tika Nduts ( Konseptor dan Kreator) Joko, Fadjri, Silo ( Eksekutor) dan saya sendiri Danel Mahendra ( Dokumentasi ). 

Disini kami juga ingin mengubah sudut pandang masyarakat tentang Komunitas Motor atau pengendara motor ini, yang selama ini masyarakat tau biasanya kegiatan komunitas motor itu hanya Kopdar (kumpul-kumpul malam minggu) dan touring (jalan ke suatu daerah). Akan kami ubah, sehingga masyarakat juga tau bahwa ada komunitas motor yang kegiatannya mengunjungi suatu daerah, bercerita dan mengali potensi di daerah tersebut, dan membagikannya ke daerah luar dengan tujuan untuk memperkenalkan daerah tersebut.

andy Qiting (jaket Coklat)


Tika Nduts

Joko
Fadjri

Silo
ini saya (belum sempet action bareng motor)
Meskipun anggota resmi kami hanya 6 orang, tapi kami selalu membuka kesempatan untuk siapa saja yang ingin menjadi Volunter atau sukarelawan disetiap kegiatan yang kami jalankan. Linescapde tidak hanya berpusat pada kegiatan eksplore wisata dan jalan-jalan, tapi kami juga mencoba untuk membantu dibidang Pendidikan dan Pemberdayaan masyarakat.  Saat ini Linescapade sendiri sudah tergabung dalam Sudut Bumi Movement sebagai bagian dari jaringan di daearah Lampung, yang mana sudut bumi ini sendiri merupakan suatu pergerakan sosial dibidang pendidikan dan pemberdayaan diruang alternatif yang man sudut bumi ini sudah memiliki jaringan antaranya di daerah Lombok, Jogja, Bandung, Sukabumi dan lain-lain. 

Kami juga memiliki misi Untuk mengangkat Lampung dan potensi yang ada didalamnya agar dapat menjadi salah satu daerah yang dikenal. Untuk itu, kami memiliki progam berkelanjutan yang rutin kami jalankan minimal 2 bulan sekali dengan tema RIDE, CARE, and SHARE. Apa maksud dari tema tersebut?? 
RIDE kami berkendara (sepeda motor) menuju lokasi yang kami yakini memiliki potensi yang cukup besar, namun tempat tersebut belum dikelola dan di kembangkan dengan baik.
CARE kami berinteraksi dengan daerah disekitar tempat yang kami kunjungi untuk mencari tahu potensi lain apa yang ada didaerah tersebut, kendala apa yang dihadapi oleh masyarakat didaerah Tersebut, dan kami juga ingin mendengarkan apa harapan dari masyarakat didaerah tersebut. Jadi istilah gaulnya kami curhat dan saling berbagi dengan masyarakat didaerah tersebut.
SHARE dan akhirnya, apa yang kami dapatkan dari kegiatan ini dapat kami bagikan ke daerah luar dengan harapan dapat memperkenalkan daerah itu ke masyarakat luas sehingga nantinya daerah tersebut dapat dikenal dan potensi yang ada didalamnya dapat dimanfaatkan dengan baik yang pada akhirnya dapat mensejahterakan masyarakat disekitar daerah tersebut.

beberapa daerah yang sudah pernah kami datangi antara lain adalah daerah Moro-moro di Mesuji, Motor Pustaka di Lampung Selatan, Rumah Belajar Suluh Harapan Insani  di Lampung Timur, dan Rumah Baca Jalosi Sanak Negeri di Kecamatan Air naningan Tanggamus.

anak-anak di Moro-moro Mesuji
Motor Pustaka di Lampung Selatan
Rumah Belajar Suluh Harapan Insani di Lampung Timur
anak-anak Jalosi Sanak Negeri di Tanggamus
Disetiap tempat yang kami datangi, kami tidak hanya datang, duduk, diam, dan bercanda saja. tapi kami memberikan sedikit bantuan buku tulis, buku bacaan dan alat tulis serta perlengkapan sekolah yang kami dapatkan dari berbagai donatur dan juga dari beberapa Pihak yang bersedia bekerjasama dengan kami untuk mensukseskan disetiap kegiatan kami. Beberapa Pihak yang dengan baik hati mau bekerjasama dengan kami antara lain ada Focusone dan Kucay Indonesia

Selain itu, kami juga memberikan pelatihan keterampilan untuk adik-adik sehingga mereka memiliki keterampilan baru yang mana harapannya mereka dapat berkreasi dalam mengembangkan dirinya. Seperti dibeberapa kegiatan yang telah kami lakukan, kami memberikan pelatihan seperti Menggambar yang diajarkan langsung oleh kakak Oji dari Komunitas Lampung Menulis, dan ada juga pelatihan membuat baju kreasi yang diajarkan oleh kakak Oi dari Helau Tie dye.

kak Oi lagi menjelaskan ke adik-adik
baju kreasi hasil dari pelatihan adik-adik dengan kak Oi
Tidak hanya memberikan pelatihan, Kami juga seringkali mengajak adik-adik ditempat yang kami kunjungi ini untuk bermain bersama. Jadi kami buatkan semacam game permainan yang mana mereka dapat bersenang senang dan berlomba. Bukan hadiah atau kemenangan yang kami harapkan dari kegiatan lomba dan game tersebut, tapi lebih ke meningkatkan sosialisasi antar anak-anak, kekompakan dan kerjasama dalam kegiatan tersebut. Tetapi kami tetap memberi hadiah sederhana untuk beberapa pemenang, harapannya sebagai bahan motifasi agar anak anak tersebut mengikuti kegiatan dengan semangat.

Bermain game sambung pipa
bukan menang atau kalah, yang penting Bahagia
Melihat anak-anak semangat membaca dan antusias terhadap kedatangan kami saja bagi kami sudah menjadi balasan yang sangat membahagiakan. karena dengan ini kami menjadi orang-orang yang hidupnya tidak terbuang sia-sia karena masi dapat berbagi dan memotivasi orang lain. Kenapa kami mengajarkan adik-adik untuk gemar membaca??
karena banyak hal positif yang di dapat dari kegiatan membaca. Jika kamu tidak memiliki cukup daya untuk mengelilingi dan mengetahui seisi dunia, cukup membacalah, karena dengan kamu membaca maka seisi dunia yang akan datang dan memberikan pengetahuan kepada kamu. Karena membaca membuka jendela dunia. semakin sering kamu membaca, maka kamu akan semakin mengenal dunia.

membaca membuka Jendela dunia
Adik-adik memiliki rasa penasaran dan ingin tahu yang besar tentang dunia luar
 Seringkali ada pengalaman lucu, menyenangkan, dan mengenakkan dari setiap perjalanan yang kami lakukan. Seperti yang sering saya alami, karena saya lebih sering menghandle dokumentasi maka seringkali saya jalan dengan menenteng kamera yang saya miliki, disini saya sering dikira seorang wartawan yang sedang mencari berita atau ingin melakukan suatu pembangunan jalan dan jembatan didaerah merekaa. "Pak mau bangun jalan sama jembatan yaa" kurang lebih seperti itu yang mereka katakan ke saya, dan saya hanya membalas singkat "bukan bu cuma foto foto biasa aja" dan itu saya jawab sambil senyum senyum malu hehehehe
Ada lagi seorang ibu-ibu yang rela berhenti ketika lagi naik motor cuma untuk menegur kami yang sedang jalan, "mas mampir dulu lo, itu rumah saya sebelah situ yang warna kuning, ngopi ngopi dulu" dan itu dia sampaikan dengan wajah yang sangat ramah. tawaran seperti itu bukan sekali 2 kali kami dapatkan, tapi seringkali. Hal ini mungkin menjadi indikator bahwa masyarakat nyaman dengan kedatangan kami.
Ngopi gratis dirumah Warga
Tidak banyak yang kami harapkan, kami dapat menjadi berguna dan dapat menyebarkan suatu kebaikan bagi orang lain itu sudah cukup. Menebarkan Virus membaca, Mengangkat budaya dan potensi yang ada disuatu masyarakat, dan kemudian mengembangkannya hingga dapat berguna bagi masyarakat sekitar.

kami sadar masih banyak kekurangan dalam diri kami, tapi kami juga selalu berusaha untuk jadi yang lebih baik kedepannya. Salam dari Kami LINESCAPADE.

















Monday, 29 August 2016

Berbaur di SEMARAK BUDAYA FESTIVAL KRAKATAU Lampung


Selamat datang kembali para Traveler Amatir ke blog sederhana ini *tooss* *kemudian kasih minum*
Kali ini gua mau menceritakan pengalaman gua waktu menyaksikan gelaran acara kemaren nihh. Jadi tepatnya tanggal 28 Agustus kemaren itu ada gelaran Pawai Budaya gitu lah yang merupakan rangkaian acara dari Festival Krakatau yang udah jadi agenda tahunan dari Provinsi Lampung sebagai wadah untuk mempromosikan pariwisata yang ada di Lampung.
Jadi kegiatan ini diadain di sekitar Tugu Adipura Bandar Lampung.

Jadi 2 hari sebelum acara gua emang udah menghubungi beberapa teman buat bareng-bareng dateng ke acara ini, jadi biar ntar pas di sana gua itu gak kaya anak yang kehilangan orang tua ditengah keramian kota. Jadi gua BBM Exaudio Siregar dan Feri Budi alias Perbud (sebenernya masih banyak nama alias dia lainnya yang gak bisa gua sebutin satu persatu).
yang mana Exaudio Ini kan salah satu Fototraveler hits dan fotonya Cihuy-cihuy lah pokoknya, jadi dengan gua ngajak dia kan sedikit banyak gua bisa mencuri ilmu foto yang doi punyaaa. dan kalo Perbud ini doi anak hits Bandar Lampung pokoknyaa, temenya Buanyakkkkkkkk tumpah ruah di Bandar Lampung ini.

Jadi digelaran festival kali ini gua merasa cukup beruntung, karena gua udah punya kamera sederhana yang gua beli dengan susah payah coyy. jadi jangan heran ya kalo kalian liat gua sangat menjaga kamera yang gua punya (bahkan berkesan agak lebai), karena gua harus nunggu sampe 3  tahun lebih cuma buat bisa beli kamera sederhana ini. Dan bangganya lagi, kamera ini gua beli dengan kerja keras gua sendiri booyy bukan kerja keras orang tua guaaaa. Nanti lo bakal ngerasa deh, gimana senengnya bisa beli barang dengan kerja keras sendiri yang kadangan keringet itu ngalir mulai dari kepala lewat punggung sampe masuk ke belahan pant*t, ITU BARU SESUNGGUHNYA KERJA KERAS BOOYYY. 

Jadi pokoknya kemaren di acara itu gua udah sok gaya kaya para potographer propesional gitu lah, liat bagus dikit gua foto, cewek cantik dikit gua foto, rombongan unik dikit gua foto, tukang somai lewat gua foto (kalo yang ini bawaan laper menn). Pokoknya gaya guaa udah ngalah ngalahin potographer propesional lah. Dan gak salah salah boy, gua juga berdiri di jejeran para potographer profesional boy.
Dan kadang disini gua merasa konyol, gua kaya berada di tengah lapangan perburuan dengan para pemburu profesional dengan senjata senjata besar kaaya Senapan Mesin, AK47, pistol Magnum dan senjata besar lainnya, dan gua hanya bermodal Senapan Angin hahahaha. kadang gua sangat minderr, yang mana mereka bisa Membunuh dengan satu kali tembakan, sedangkan gua harus berkali- dan kalo bisa dengan jarak yang paling dekat dengan objek, itupun gua harus bisa mencari di mana titik vital dari objek, biar tidak buang buang peluru. 

ini kamera guaaa
Bisa dibayangkan kan gimana mini dan mungilnya kamera yang gua pakee ini. ya meskipun mini gua percaya kok kamera ini punya powernya sendiri.

ini om om Photographer sungguhan
Dan ini para photographer yang berdiri disamping gua, ngerikan senjatanya. yang ada difoto itu Namanya Om Budhi Marta Utama (om Para Lampung) yang IG nya diem diem udah gua follow jadi gua tau, dan oom nya belum tau gua karena emang belum pernah ketemu sebelumnya hihi

Mereka biasanya bawa dua kamera, gua juga belum begitu ngerti si kenapa para fotographer itu biasanya bawa 2 kamera, mungkin biar gak ribet ganti ganti lensa kalik yaa jadi gak susah payah ganti lensa kalo ketemu situasi dan lokasi yang berubah ubah kalik yaa. kalo gua si jangankan mau bawa 2 kamera, bisa bawa satu kamera aja untung-untungan hihihihi. 
Dan mereka juga pada bawa tas besar yang gua yakin itu isinya peralatan fotografi lengkap. Tapi ya gak beda jauh si dengan gua yang waktu itu juga bawa tas lumayan gede, jadi mungkin mereka berpikir bahwa sebenernya gua juga punya banyak kamera dan peralatannya didalam tas, padahal kenyataannya tas gua itu isinya cuma baju salin, jaket dan air minum hahahahahahaha 

lagi berdiri, ternya bapak Gubernur Lampung lewat depan guee dong mau mulai buka acara pawai budayanya, jadi gua sempetin lah ngambil beberapa momen biarpun hasilnya gak begitu ciamik.
Bapak Gubernur Lampung M Ridho Ficardo
dan pas pak Gubnernur lewat, ada cewek yang berdiri dibelakang gua ribut banget ngomong sama temennya "buhh pak gubernur ganteng banget ya, buhhh ganteng banget siii" dan itu gak berenti berenti. gua heran aja gitu, perasaan dari tadi dia bediri dibelakang gua lah, tapi kok dia gak ributin gua yang ganteng ini juga sama temannya itu yaaaaaa hahaha

Pawai dimulai coy, keliatan banget banyak peserta dengan pakaian daerah yang keren2. gua sempet ngambil beberapa gambar yang menarik perhatian gua.
Metro
Gua gak bisa nih ngilangin sifat narsisme budaya gua, jadi pertama kali memang yang gua cari itu ya rombongan dari Kota Metro yang mana memang ini juga kota tempat gua tinggal. dan ketemuu!!!!!!
katanya si yang bawa tulisan ini muli 1 Kota Metro tahun 2015, tapi gua gak paham mukanya karena ketutupan topeng.

cantikk ueyyy Bandar Lampung
Dan yang menarik perhatian gua saelanjutnya adalah dari Bandar Lampung. cuantikkkkk broo. di sini gua merasa menemukan separuh sayap gua yang hilang dulu dehhh. ntah kenapa cewek2 yang ikutan pawai kemaren ini keliatan cantik. jadi gua kasih tau aja nih yaaa MENYESAL LAH KALIAN PARA LAKI-LAKI YANG KEMAREN GAK LIAT KARNAVAL BUDAYA INI!!!!!!!!


cantik berwajah duaa
nihh juga sangat menarik, disini gua kaya melihat panggung kehidupan. Dimana ada wanita cantik tapi dia memiliki 2 wajah. yang mana wajah yang satu di gunakan untuk menutup wajah yang lainnya.

lesung pipinya itu lohhhh
nihhh waktu lagi jalan ada yang kembali mengalihkan perhatian gua. Senyum dari salah satu peserta pawai ini. Senyumnya si biasa aja yaaa, tapi lesung pipi yang keluar pas doi senyum itu lo yang berasa kaya menghipnotis gua. bohong kalo lo bilang ini gak manis, karena gula yang biasa emak gua beli untuk buat teh dirumah aja gak semanis ini.

Ini Dari Pesisir Barat
senyum dari peserta yang berasal dari pesisir ini kayanya tulus banget yaaaa. Jadi pas dia senyum itu gua langsung berasa Baper, langsung deh jiwa-jiwa melankholis gua keluar. dan gua secara tanpa sadar langsung membalas senyumnya dengan senyum lebar yang keluar dengan sendirinya dari bibir gua tsahhhhhh ihiiwwww


dari Pringsewu
nahhh Ini yang menurut guaaa paling cantikk, kontingen dari Pringsewu. cantik, tinggi, ramah, dan murah senyum. Jadi kayanya para peserta pawai ini udah di breafing sebelum acara deh supaya kalo ada kamera yang mengarah ke mereka supaya meeka bisa langsung gayaa.
karena dari pengamatan dan yang gua rasain langsung, gua gak perlu susah payah buat bilang minta foto ke mereka, hanya dengan gua mengarahkan kamera kearah mereka dan perpose layaknya photographer, mereka juga langsung mengerti dan langsung berpose layaknya model.
ini yang gua sukaaa, cewekkk yang peka gini lo yang di idam-damkan para lelaki di seluruh duniaaa tsahhhhhh

sekura
nahhhhhh di sini juga gua merasa beruntung. gua bertemu dengan rombongan Sekura dari Lampung Barat . Padahal udah 3 tahun lebih gua pengen ke lampung barat buat bisa liat yang namya sekura tapi gak pernah bisa. ehh kemaren malah sekuranya yang datengin gua ke Bandar Lampung.
ya meskipun gua yakin kalo sekura di Lampung barat pasti berbeda aura, dan suasananya yang gua yakin pasti lebih kerasa, tapi ya gua ngerasa cukup beruntung lah bisa ketemu di Bandar Lampung ini. Pokoknya si target gua kapan kapan harus bisa liat sekura langsung di Lampung Barat, liatnya dari jendela rumah panggung khas warga masyarakat Lampung Barat, kalo bisa si sambil minum Kopi liwa sama kueh Cucur liwaa jugaa hmmmmmmmmmmmm

sempetin foto pokoknya
Gan buat bukti kalo memang gua pernah liat sekura, jadi gua minta tolong temen gua perbud buat fotoin guaaa dengan idola bertopeng gua ini.

Owwww iyaaaaa disetiap acara pasti ada momen Momen bagus dari aktivitas masyarakat sekitar yang di lalui acara tersebut. Kemaren si beberapa kali gua nemu momen yang agak mengharukan.
adek penjual es
Pertama gua liat adek yang sibuk jualan es di semaraknya acara pawai ini. Adek ini semangat kerja jualan es buat cari duit di mana anak-anak seusianya sibuk menikmati dan menyaksikan pawai budaya. Kadang gua malu liat semangat adek ini yang besar padahal dia masih kecil, dan gua kadang cuma punya semangat yang kecil padahal gua udah mau beranjak besar tsahhhhh

lalu ada juga momen ini
semangat yaaa mbahh
Momen dimana orang orang lagi libur kerja dan menikmati suasana pawai budaya, tapi mbah ini masih tetap kerja dan menikmati paai budaya dari becak yang merupakan teman beliau untuk kerja mencari rupiahh.
semangat yaaaa mbahh.

Karena gua rasa memon gua udah cukup, jadi gua cukupkan liat karnavalnya, dan gua bareng dio (sapaan Exaudio) pindah ke daerah sekitar tugu adipura dimana emang pusaat aacaranya disitu. saat saya dan dio sampe ternyata udah banyak peserta yang lebih dulu sampe. Keliatan si ekspresi kalo mereka kecapekan, 
ekspresi capek 
Menurut gua si, perhatian buat para peserta pawai kemaren kurang. Nih buktinya sampe ada yang tidurana dijalanan karena kecapekan. harusnya di kasih ruang dong buat para peserta pawai yang udah dengan susah payah menyemarakkan pawai budaya ini.

adeknya bingung liat topengnya
Tapi yang gua salut biarpun mereka capek, mereka masih dengan senang hati mau nemenin kalo ada penonton yang mau minta foto bareng sama mereka.

capeek ueyyy
gua yang sama dio cuma jalan sambil foto foto doang tanpa tanggung jawab apapun aja lumayan caapek, apalagi para peserta pawai yang harus gaya dan nemenin orang orang yang minta foto yaaaa. psti lebih capekk.

Jadi karena sudah lelah, gua dan dio duduk duduk dan berbaur sebentar diantara para peserta pawai, admin-admin media sosial, bloger-bloger, dan para fotographer yang pas acara kemarin itu secara gak langsung saling ketemu dan bisa saluing bertegur sapa sambil berkenalan langsung lah, karena kan beberapa ada si yaaaa orang yang baru kenalan di media sosial aja tapi sebelumnya belum pernah ketemu langsung, jadi di acara kemarin kita bisa banyak ketemu sama orang orang dan temen2 media sosial gua itu lah.

Ketika lagi santai, ternyata ada pak polisi yang dulu sempat menyita perhatian masyarakat dengan julukan polisi ganteng. 
Bapak Wakapolda Lampung Kombes pol Krishna Murti
Ternyata setelah ketemu dan foto bareng, di situ gua sadar kaya gua gak kalah ganteng juga si sama bapak wakapoldaa ini. cuma gua di kemas dengan kemasan yang agak ekonomis aja makanya agak kecil hihihi
owww iyaaaaa, ternyata diacara pawai budaya kemaen itu, ada acara pemecahan Rekor Musium Rekor Indonesia (MURI) nya juga lo dengan kriteria 1000 topeng.

jadi kalian yang gak ikut dan ngeliat kemaren menurut gua ya cukup menyesal juga lahh,
jadi sekian cerita tentang pawai budaya dirangkaian Acara Festival Krakatau kemaren yaaaa.
see youu di ceritaaa selanjutnyaaa yaaaaa
salam Traveler Amatir.









Saturday, 23 July 2016

PELANGI ABADI diperbatasan METRO - LAMPUNG TIMUR




Hellooo para traveler amatir.....
Kali ini gua mau menceritakan salah satu keunikan yang mana ini juga bisa dibilang sebagai sebuah peninggalan sejarah yang ada ditempat tinggal gua Kota Metro.

Jembatan gantung Pelita, mungkin orang Metro sendiri agak bingung kalo ditanya nama jembatan Pelita, karena memang orang Metro sendiri lebih familiar dengan sebutan jembatan gantung Bantul. yaaa karena memang letaknya di desa bantul si, desa yang berbatasan langsung dengan daerah administratif Lampung Timur dengan batas sebuah kali besar.


Udah beberapa minggu sebenernya pengen main ke jembatan ini, cuma karena berbagai alasan jadi gagal mulu. Dan ternyata hasil obrolan Sabtu malem bareng Yudha (temen gua yang juga merupakan tetangga RT, yang mana dulunya RT gua sama doi itu satu, namun karena beberapa alasan jadi RT kami terpecah menjadi 2 RT yang berbeda. Jadi mulai sekarang kalo Yudha mau main ke RT gua harus melewati pos pemeriksaan Paspor dan dokumen keimigrasian lain yang sangat ketat dengan penjagaan yang dijaga lebih dari 100 Personil TNI dan begitupun sebaliknya gua kalo mau berkunjung ke RT yudha. hahahaha tolong jangan di bawa serius, itu cuma bercanda biar gak terlalu serius) Sebenernya niatan lainnya Yudha mau gua ajak ke sini itu adalah doi mau cari pokemon dan cabemon (spesies pokemon cabe cabean) yang biasanya memang banyak berkeliaran di sini, apalagi kalo sore.

Jadi, minggu pagi berangkatlah kami ke jembatan ini. Dan betapa terkejutnya gua setelah sampai ke jembatan yang dulunya sedikit kotor dengan landasan papan kayu yang mulai rapuh, yang mana kini ternyata jembatan itu mulai bermetamorfosis menjadi jembatan dengan warna yang sangat indah layaknya pelangi yang muncul setelah hujan yang membawa ketenangan jiwa dan raga bagi siapapun yang melihatnya tsahhhhhhhh

ada pelanginyaaaaaa
Dan taraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, 
ternyaaaaaaa tampilan dari jembatan ini sekarang udah jadi sangat cantik dengan berbagai warnaaaaaa. gua langsung tersihir seketika setelah melihat jembatan ini berubah warna dan tampilan.
jadi kalian pasti ngerti lah yaa apa yang gua maksud PELANGI ABADI itu apa? iyaaaa itu jembatan yang penuh warna kaya pelangi hihihi
Jadi gua sempetin lah ambil beberapa gambar
papan papan jembatannya baruu cuyyyy
Dan ternyata Yudha pun gak mau ketinggalan buat coba foto foto di jembatan ini. Jadi okelah dengan keterampilan foto gua yang seadaanya, dan keterampilan model Yudha yang juga seadanya, kami langsung berubah jadi tukang foto amatir dan model amatir hahaha
cover boy Kauman city
kalo dari bawah kurang lebih begini keliatan jembatannya

nih tanggal pembangunan jembatannya
setelah di cat cantik dengan penuh warna gini, keliatan gak kalo jembatan ini udah berusia 47 tahunan? enggak lah yaaaaa, keliatannya kaya masih balitaa kaya umuran 5 tahunan gt yaaaa hihihi

Selama ditempat ini gua berpikir, siapa yang punya ide buat mendekor ulang jembatan ini sampe jadi bisa jadi seindah ini. dengan diiringi rasa penasaran dan rasa ingin tahu yang sangat besar, gua langsung menuju ke perkampungan terdekat untuk mencari rumah pak bayan atau kepala lingkungan lah bisa dibilang. Dan akhirnya gua sampai di rumah pak bayan Imam, jadi dengan jurus SKSD yang biasa gua pake disaat saat gua bingung, hilang arah dan tujuan, tak tau harus berbuat apa, gua akhirnya ngobrol ngobrol dengan pak Imam ini.

Pak imam yang baik dan ramah ini mulai menceritakan tentang proses perbaikan jembatan ini yang mana ternyata dipelopori oleh Forum Jurnalis harian Metro di bantu dengan masyarakat sekitar yang mulai dikerjakan hari selasa (19/7). Beritanya bisa di lihat disini.
Sambil dengerin pak imam cerita, kami disuguhi minuman teh hangat (haduh jadi ngerepotin ini mah pak, gak makananya sekalian pak). kurang lebih 1 jam kami berada di rumah pak Imam ini sambil berbincang bincang tentang jembatan Pelita dan warga sekitar kampung.

Setelah teh yang di suguhkan pak Imam kami tenggak habis, akhirnya kami pamit karena memang udah siang dan kami belum mandi hahahahaha.

ow iya buat kalian orang luar kota yang mau kesini, gua kasih cara mudah nih.
Pertama kalian tinggal pergi ke daerah 16c. kalo udah sampe 16c, kalian bisa tanya lagi di mana daerah Bantul. kalo kalian udah masuk daerah bantul, kalian tinggal tanya deh di mana letak jembatan gantungnya, pasti di kasih tau kok. orang Metro itu ramah-ramah kok.
kalo nyasar nyasar dikit yaaa nikmatin aja lah, makanya di sini GPS (gunakan penduduk sekitar) itu sangat berperan penting.

owww iyaaaa, buat siapapun yang berkunjung ke tempat ini, tolong dengan sangat, bakat tulis menulis, coret mencoret, rusak merusak yang tertanam di jiwa dan raga kalian jangan di bawa dan diaplikasikan di sini yaaaa. karena tempat ini ada bukan buat dirusak.
kalo mau foto foto atau liat liat monggo, tapi kalo mau merusak, wuuuuuuuuuuu kalian gak bakalan mau tau tentang mitos apa yang sering beredar disini buat orang yang coba merusak ataupun mengotori tempat ini (lalu muncul backsound lagu horor)

udah aahhhh, kayanya cukup sekian cerita tentang Pelangi Abadi di perbatasan Metro - Lampung Timur. 
salam traveler amatirrrr........

Wednesday, 20 July 2016

MUNCA, Wisata Hits baru di Pesawaran


hei para traveler amatir. balik lagi nih gua mau sedikit bercerita tentang salah satu tempat yang lagi hits hitsnya di daerah Lampung. tempat ini namanya puncak muncaa. kenapa namanya begitu, yaa karena memang lokasinya yang berada di desa Munca Kabupaten Pesawaran jadi namanya di sesuaikan dengan lokasinya biar mudah

menurut cerita salah satu pengelola, tempat ini mulai di buka H+2 lebaran,belum lama berarti lah yaaa, dan langsung berhasil menyita perhatian para traveler, dan tempat ini berhasil menduduki tangga teratas jajaran tempat wisata di Lampung.

karena gak mau ketinggalan hits, jadi gua sempatkan diri lah ditengah kesibukan gua yang mencari kesibukan untuk bisa sekadar berkunjung dan liat liat ini tempat, jadi kalo ada yang tanya seenggaknya gua bisa sedikt menjawab.

Sengaja gua pilih dateng ke tempat ini pas hari kerja, tepatnya hari rabu dengan perhitungan tempat ini bakal sepi pengunjung. Tapi apa yang gua dapet?
rameee benerrrrrr
Taraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,
perhitungan gua salah. Ternyata tempat ini malah ramai. ternyata hari kerja gak jadi jaminan tempat ini bakalan sepi yaaaaaaa. karena menurut pengelola, tempat yang buka mulai pukul 06.00  sampai 20.00 ini memang lagi ramai ramainyaa, dan itu memang sangat terlihat jelas waktu gua berkunjung ke tempat ini. Biasanya mereka mereka yang berkunjung ke sini itu ramean bareng temen, pacar, temannya pacar, pacarnya temen, teman yang berasa udah kaya pacar, sampe pacaran yang rasanya udah kaya temen, dan jarang yang ke sini sendirian.
Beberapa bangunan belum jadi

Menurut Pengelola sebenernya tempat ini belum sepenuhnya jadi, karena bakalan masih banyak penambahan spot spot foto dan penambahan beberapa fasilitas penunjang lainnya.
spot favorite
 Spot favorite para traveler di tempat ini adalah balkon yang terbuat dari kayu dengan view perkampungan warga dan laut. jadi gak heran kalo spot ini jadi spot yang paling ramai. kalo kalian mau foto ya mau gak mau harus ganti gantian, karena disitu tertulis "maksimal 12 orang" jadi jangan di paksain buat foto dengan jumlah orang lebih dari itu yaaaaaaa.

selfie time
karena emang view dari tempat ini memang bagus, jadi ya gak heran lah banyak orang yang rela nunggu cuma buat gantian biar bisa foto ditempat ini. karena memang warga lampung ini sepertinya memang lagi menyukai tempat tempat wisata berbau alam yang masih alami. maklum lah, lampung khususnya Bandar Lampung udah mulai macet, jadi gak heran kalo tingkat stres warganya mulai meningkat.

ciieeeeee
ada spot lain di sini yang juga menurut gua sangat menarik, dengan view yang sama dengan view yang terlihat dari balkon kayu tadi tempat ini bisa jadi alternatif tempat foto sambil nunggu spot balkon kayu tadi sepi. di sini yang bedain cuma pembatas balkonnya yang terbuat dari besi, jadi kurang keliatan vintage kaya balkon kayu tadi.
balkon bawah
tepat di bawah balkon kayu tadi ada spot berbeda lagi, tapi memang kondisinya belum benar benar selesai, karena keliatan masik banyak material bangunan yang bertumpuk seperti rindu yang tak pernah dijenguk oleh sang pembuat rindu yang tak bertanggung jawab yang hanya bisa menanam tapi tak pernah bisa memetik rindu yang ia buat, hingga akhirnya aku harus tenggelam sendiri di tengah rindu yang berbuah dengan lebatnya tanpa aku sanggup menampungnya, haaaalaaaah ini apaa yaaaa hahahahaha 
jendela dunia
gua juga sempet liat liat bangunan yang masih setengah jalan yang katanya bakal difungsikan sebagai kamar, yang mana nantinya bisa ditempatin kalo seandainya ada orang yang pengen buat acara terus pengen booking tempat ini.jadi menurut infonya, tempat ini juga bisa di booking untuk acara kok, untuk harga itu bervariasi berdasarkan lama acara, jumlah orang dan lain lain lah, buat jelasnya bisa tanyain langsung ke pengelola yaaa kalo sempet main ke sini.
memfoto orang yang lagi foto
kalo kalian capek, jangan khawatir. di sini disediakan banyak tempat duduk dengan view yang keren abisssss. jadi sambil duduk kalian gak akan bosen. bisa sambil foto foto juga kok karena tempat duduknya emang beda, jadi kesannya unik gt lah. ada yang dibuat dari kayu gelondongan, ada yang dari batang kayu, ada yang dibuat dari batu.
ngupi pay yay
disini juga ada kantin dan mushola kok, jadi buat orang yang kalo main gampang laper dan kalo solat harus tepat waktu kaya gua gini (ini bukan sombong dan riya) gak perlu khawatir, tinggal beli aja di sini. toilet juga udah ada kok, jadi kalo kalian kebelet pas lagi maen gak perlu lelarian kekebon atau semak belukar yaaaa.

oww iyaa, kalo dari pusat kota bandar lampung, tempat ini bisa dicapai dengan waktu tempuh kurang lebih 20-30 menitan lah. karena emang jaraknya gak jauh-jauh amat. pokoknya kalian tinggal pergi aja ke arah kalo dari bandar lampung ke arah Hanura, nanti di depan pantai tirtayasa kalian bakal liat Plang jalur evakuasi Munca. nah kalian masuk aja deh ke jalan itu naik naik ke puncak gunung lah pokoknyaa nanti kalian bakal ketemu petunjuk petunjuk lanjutan pokoknya.

 sepanjang jalan ke lokasi puncak munca ini kalian bakal ketemu banyak spot spot gak resmi yang view nya juga cukup keren lah. kenapa gua bilang gak resmi? karena memang tempat ini gak ada yang jaga, paling kalo iseng iseng ada adek- adek kecil yang duduk2 dipinggir jalannya. yaa Gpp si, iteung itu sambil mereka jagain parkirnya, kalo kalian ada uang lebih kasih aja 2000 buat mereka.
rumah pohon low budget
dan ini adalah salah satu spot gak resmi yang gua bilang tadi, gua bilang nya ini rumah pohon low budget. karena ini sebenernya bukan rumah pohon si, tapi kayanya ini buat petani disini istirahat kalo capek abis ngurusin kebunnya, tapi karena memang unik dan veiw belakangnya mendukung juga, jadi lah ini sebagai salah satu spot foto yang cukup menarik. Tapi kalian harus hati hati yaaaa, karena tempat duduk kayu ini cukup tinggi, sekitar 2meteran dan papannya itu yang di paku cuma bagian pinggir nya doang, bagian tengahnya ntah kenapa belum dipaku jadi masih bergerak kesana kemari. Jadi gua kasih tau sekali lagi HATI-HATI ya...
rela nyeker 
karena emang gak ada akses jalan resmi buat sampe kesini, jadi ya harus jalan menyusuri tebing kecil tanpa ada anak tangga. jadi insting keBOLANGAN kalian disini harus dikeluarkan. liat nohh, mbak mbak itu aja sampe rela nyangking sendal demi bisa turun ke sini.

oke mungkin sekian cerita tentang puncak Munca kali ini.
terimakasih sudah menyempatkan membacaaa...
Salam TRAVELER AMATIR...