Monday, 28 November 2016

Pesona Taman Nasional Way Kambas



Way Kambas, apa yang pertama kali kalian pikirkin kalo denger kata itu?
pastinya gajah lah yaaaa, haaaaaa gajahhhh? 
"Setidaknya punya tujuh puluh tahun
Tak bisa melompat kumahir berenang
Bahagia melihat kawanan betina
Wajah mu tak akan pernah ku lupa"
nah malah nyanyi. tapi gak apa deh nyanyi dulu untuk mengawali cerita kali ini, biar kesannya bahagia dan gak begitu formal lah yaa yakk.
Btw tau gak lagu tadi lagunya siapa?
lagu itu terinpirasi dari Sifat dan Keluarbiasaan lain dari seekor gajah loo.

jadi kali ini gue berkempatan untuk  berkunjung lagi ke Taman Nasional Way Kambas setelah kunjungan pertama kali gua beberapa bulan yang lalu. Jujur, gua baru beberapa kali berkunjung ke TNWK ini. Disini gua merasa sebagai orang Lampung yang gagal, kenapa? karena banyak orang dari luar Lampung dan bahkan dari luar Indonesia yang sudah berkali-kali berkunjung ke TNWK ini, dan gua baru beberapa kali.
uwoooowwwwwww
Tapi gua yakin di luar sana masih banyak orang-orang yang tinggal di Lampung yang belum pernah sama sekali bekunjung ke TNWK ini. iya kan iyaa kan? ngaku aja lagi gak usah malu malu.
Jadi coba deh sesekali sempetin buat main ke TNWK ini, biar kalian tau kalo ternyata lampung ini punya suatu tempat wisata keren yang membanggakan, jadi kalo suatu saat ada yang tanya tentang waykambas kalian bisa jawabnya

Jadi singkat cerita aja nih ya Taman Nasional Way Kambas (TNWK) berdiri pada tahun 1985 dan merupakan sekolah gajah pertama di Indonesia. Dengan nama awalnya adalah Pusat Latihan Gajah (PLG), namun sejak beberapa tahun lalu namanya diganti menjadi (Pusat Konservasi Gajah) yang diharapkan mampu menjadi pusat konservasi gajah dalam penjinakan, pelatihan, perkembangbiakan dan konservasi.
Hingga sekarang PKG TNWK ini sudah melatih sekitar 300 ekor gajah yang sudah disebar ke seluruh penjuru Indonesia. Selain itu di waykambas ini juga ada Internasional Rhino Foundation yang bertugas menjaga spesies badak agar tidak terancam punah. Tapi untuk Konservasi badak ini gak bisa sembarang orang masuk lo yaaaa, hanya orang-orang dengan maksud dan tujuan yang jelas serta yang memiliki izin yang bisa masuk ke lokasi ini.

Untuk sampai ke TNWK ini sekarang gak begitu sulit kok karena udah ada angkutan khusus dengan tujuan way kambas.
Jadwal dan Biaya angkutan trayek Way Kambas
nohhh, jadi kalian kalo mau ke TNWK ini bisa naik bis damri yakk. Biaya untuk naik damri ini juga gak mahal kok, cuma 25 ribu kalo naik dari Raja Basa untuk sekali jalan. kalian gak kepanasan di jalan, gak keujanan, dan kalo capek bisa bobo, lumayan juga soalnya perjalannya, hampir 3,5jam.
tapi armada bus yang dipake buat trayek ini bagus loo, nyaman, jadi kalian gak akan merasa sumpek meskipun berada cukup lama di dalem bus ini.

kalo naik motor kemaren gua si cuma butuh waktu 2 jam perjalanan aja si buat sampe ke tempat ini dari Kota Bandar Lampung dan 1jam lebih dari Kota Metro. Jalur yang bisa Diambil bisa 2 pilihan. Bandarlampung Via lintas Timur (Bandar Lampung - Tanjung Bintang - Sribawono - Wayjepara - Waykambas) tapi jalan dari Bandar Lampung sampe ke Sribawono agak lumayan jelek.
atau Via lintas Tengah (Bandar Lampung - Metro - Sukadana - Way Jepara- Waykambas) kalo lewat Lintas Tengah ini jalan lumayan Mulusssssssssssssssss. Cuma agak sepi, jadi harus sangat Berhati-hati yaaa kalo bawa sepeda motor.
ow iyaaa 2 jam berkendara dari Bandar Lampung itu dengan Kecepatan di atas 80Km/jam lo yaaa.

Waktu gua kesana kemaren itu bertepatan dengan kegiatan Festival Way kambas ke 16. Jadi Festival ini sebenernya merupakan agenda tahunan yaaa, tapi jujur baru di Festival way kambas ke 16 ini gua denger promosinya. Ntah gua yang kurang informasi, atau emang informasinya yang kurang tersebar dengan baik.

Tarian-Tarian dalam Pembukaan Festival Way Kambas
2 Bulan sebelum acara gua udah banyak liat poster dan baliho kegiatan Festival ini tersebar di mana-mana, jadi gua langsung dibuat penasaran dan akhirnya gua memantapkan diri kalo gua harus ada diacara Festival Waykambas kali ini.

Ini salah satu Aksi pembuka di acara Festival Way Kambas
dengan semangat pejuang, dan karena gak mau merasa perjalanan gua yang udah lumayan jauh ini sia-sia, jadi gua cari posisi terbaik buat menikmati acara-demi acara dalam kegiatan festival Waykambas ini.
dan taraaaaaaaaaa.
gua dapet tempat yang sangat strategis. Hanya dalam hal-hal seperti ini aja gua merasa beruntung punya postur tubuh yang imut-imut begini, jadi bisa selap-selip dan mendapat posisi yang passs.
disini gua duduk bersanding dengan para wartawan dan fotografer propesional. dan gua di sini bertindak sebagai Wartawan gadungan dan tukang foto amatir hwahahaha

Tari-Tarian Pembuka pada  Festival Waykambas
Dari posisi ini, gua bisa cukup menikmati kegian pembukaan Festival waykambas ini. Ya biarpun pada waktu itu cuaca di Way Kambas ini tueerikk sekali. Panasnya itu menusuk sampai ke Sumsum tulang *biar keliatan mendramatisir*
tapi emang bener lo di waykambas ini panas banget, gua yang awalnya punya kulit kaya orang cina aja kini terbakar matahari dan sekarang kulit gua jadi .............. hmmmm ya begitu lah.
Pantesan aja gajah disana kulitnya item item yaaa, kerjaannya panasan aja si.

salah satu anakan gajah di waykambas
Karena memang tujuan utama main ke Way kambas ini mau liat gajah, jadi gua mencoba untuk kenalan dan berinteraksi dengan gajah-gajah yang ada di sini. Dengan menggunakan pendekatan ala traveler yang cinta alam dan kasih sayang sesama mahluk hidup. Gua coba menyapa dengan membuka tangan gua, dan ternyata si gajah merespon dengan menjulurlkan belalainya.
padahal ada 2 alasan kenapa dia menjulurkan belalainya. antara dia memang menerima kedatangan gua atau dia ngira gua mau ngasih makan. hahahaha
tapi ya gua yakin aja itu merupakan suatu respon baik bahwa si gajah menerima kedatangan gua dengan baik yakkkk.

Gajah Erin
Ow iyaa, selama di sini juga gua sempet kenalan sama gajah yang namanya Erin. Jadi si Erin ini belalainya putus karena kena jerat pemburu. Kasian yaaaa. emang kadang manusia ini udah buta si, emang bukan matanya, tapi hatinya.
memang si kita semua membutuhkan uang, tapi gak semuanya kita lakukan demi uang juga dong.
kasian kalo liat belalainya putus gitu kan, jadi si Erin itu agak lumayan sangat kesulitan untuk melakukan kegiatans sehari-hari. Maklum aja, belalai kan bagi gajah kaya tangan lah yang bantu mereka untuk melakukan banyak hal seperti mengambil makanan.
ibaratnya kaya kedua tangan lu di potong, susahkan mau ngapa-ngapain.
yaaa semoga aja ddengan seiringnya waktu si Erin bisa cepat beradaptasi dengan kekurangannya sehingga bisa menjalani hidup seperti gajah pada umumnya yaaaaaa.
Aamiin.

Tour gajah
Jadi disini juga disediain beberapa gajah buat kalian kalo pengen coba naik gajah untuk sekedar jalan-jalan disekitar area TNWK ini. Nah untuk tarifnya ini yang gua kemaren belum sempet nanya dan cari tau, kalo perkiraan gua si mungkin sekitar 25ribu - 100 ribuan yaaa tergantung jarak dan lamanya.

Pawang yang lagi mandiin gajah

Dan gua Paling seneng itu kalo udah masuk tengah hari, karena biasanya kalo tengah hari itu si gajah bakalan mandi di kolam mandi gajah. jadi biasanya kalo udah mau tengah hari itu gua menuju ke kolam mandi gajah buat nyatai sambil makan bekal jajan yang gua bawa. karena di sini itu ada semacem pondokan gitu deh buat kita nyantaiii sambil nungguin jadwal gajah mandi.

Gajahnya Lagi mandi
Nah ini para pawang lagi mandiin gajah. Kalo buat gua yang jarang liat gajah mandi, ini jadi pertunjukan yang cukup menarik lo. Tapi mungkin beda kalo buat pawang yang tiap hari emang kerjanya mandiin gajah, pasti mereka ngerasa biasa aja udahan.
jadi pawang yang lagi naik di atas gajah itu namanya mas Dwi Adi Irawan, doi ini salah satu pawang kece yang ada di TNWK ini. Tapi kemaren pas gua ke sana doi gak liat guaa. huufffff kamu sombong mas, aku beteeeeeeeeee.
Ranting-Ranting
Jadi TNWK ini luassssss buanget yaaaa. dan kemaren gua coba menelusuri beberapa bagiannya si. dan ini pas di area semacem lapangan kaya padang savana di afrika sana lah. cuma kalo di sini masih banyak rumput. dan disini masih banyak spesies lain yang hidup liar yaaa selain gajah. Jadi kalo mantan lu liar lepaasin aja ke sini biar ketemu gerombolannyaa. ehhhhhhhhh

kalo buat foto_foto lumayan epic dan recomended lah pokoknya disini. karena tempatnya masih sangat alami, bahkan sinyal internet aja sampe susah masuk ke lokasi ini. Tapi kalo cuma sinyal selular ada kok sebates buat nelpon dan sms, tapi ya gt agak ngadat-ngadat..
Swafoto di kandang  gajah
nooh, asik kan Swafoto di sini. romantis yaaa jadi kisah cintanya ala ala love and traveler gt lah yaaaa. Ini di area kandang gajah lo. Jadi kandang gajah di sini gak seperti kandang-kandang pada umumnya yang terbuat dari papan atau kayu dan memiliki atap. Kandang gajah di sini itu cuma berupa lapangan luas, dengan beberpa tiang pancang di beberapa titik buat ngiketin gajah, dan juga dengan bak minum untuk gajah kalo haus. 
jadi gajah ini gampang kepanasan, makanya doi selalu butuh air untuk sekadar mendinginkan suhu tubuhnya. Jadi jangan heran ya kalo gajah sering nyemburin air pake belali ke tubuhnya.
dan biasanya mereka juga bakal ngipas-ngipas badannya pake kuping mereka yang besar kaya kipas. kalo gak percaya perhatiin aja kuping gajah, pasti selalu bergerak aheeeeeee

ada satu hal yang menurut gua sangat mengganggu para wisatawan kaya gua ini, toilet dan sarana umum lain di lokasi ini kurang terawat bahkan terkesan gak diurus.
Toilet
Mulai dari bangunan yang terkesan mengerikan karena gak terurus, sampe air yang gak mengalir jadi salah saatu kendala yang paling mengganggu. kebayang kan kalo seandainya kita mau pup, terus udah kebelet banget dan taraaaaaaaaaaaaaaaaa
GAK ADA AIR
apa gak ngerasa sedih si. Mau cebok pake apa? daun? atau berharap tiba-tiba ada gajah yang nyemprot dari belakang?
yaaaa mungkin bisa di antisipasi dengan bawa tisu si yaaaa.
nah terus buat nyiramny pake apa?
pake tepung?
atau dikubur pake pasir?
yaaaa gimana si.
untungnya selama disana gua gak sampe kebelet pup, cuma kebelet pipis doang, dan ternyata emang beneran gak ada air. jadi yaaaaaa terpaksa gua harus melakukan penyalahgunaan produk.
Air dalam kemasan dengan merk AQu* yang harusnya untuk minum, tapi gua pake buat cebok dan nyiram biar gak ada bau pesing yang tertinggal.

Selain itu, Tempat sampah yang ada juga kurang banyak. jadi agak bingung kalo mau buang sampah.
Akan lebih baik kalo tempat sampah itu ada di beberapa lokasi Strategis yang biasa dikunjungi wisatawan, jadi wisatawan juga gak akan buang sampah sembarangan karena tempat sampah udah tersedia banyak dimana-mana.
Semoga ketika gua kesana lagi, fasilitas sarana dan prasarananya udah jadi lebih baik lagi lah yaaa, biar gua semakin betah dan semakin sering main ke sini.

Buat wan kawan dari luar kota atau luar provinsi yang mau main ke sini buat bisa prepare semuanya dari luar yaaa, kaya beli makanan, jajanan atau cemilan gt deh. Disini sebenernya si ada yang jualan, tapi variasi makanan, jajanan dan minumannya kurang. Jadi biar sesuai prepare aja sendiri dulu, nanti kalo kurang baru biasa beli disini.
tapi kalo bisa ya beli juga di warung-warung yang jualan di dalem sini si, karena kasian kalo gak ada yang beli, ya beli sekadarnya lah untuk membantu pedagangnya jugaaaa...

Kalo kurang mainan di sini banyak mainan kok.
pup gajah
Tuh, adek itu lagi mengamati hal yang banyak tersedia disini. kalo maau di bawa pulang buat oleh -oleh juga gpp kokk.



Thursday, 1 September 2016

Dibalik nama LINESCAPADE




Desember 2016 nanti tepat satu tahun nama Linescapade ini kami gunakan sebagai suatu wadah untuk kami saling berbagi, bercerita, dan menjelajah berbagai tempat indah di Indonesia dan khusunya yang ada di Lampung ini. Dari nama Linescapade inilah kami 6 orang dari latarbelakang yang berbeda-beda dapat menjadi satu keluarga, keluarga petualang (Tapi kami bukan bolang) yang siap berpetualang ketempat-tempat indah, berbagi dengan masyarakatnya, Menikmati keindahannya, dan menceritakan keindahan yang kami dapat itu ke dunia luar dengan harapan kami dapat membantu mengeksplore daerah tersebut agar tidak hanya kami dan warga disekitar daerah itu saja yang tau, tapi juga masyarkat umum di Indonesia dan mungkin bahkan di dunia. Kami 6 orang dalam Linescapade ini memiliki hobi yang lebih kurang sama, itulah yang membuat kami bisa menjadi satu dalam Linescapde ini. Hobi kami antara lain Berkendara dengan sepeda motor dan kami juga senang dengan kegiatan traveling atau jalan-jalan, itulah sebabnya kami menyebut diri kami ini MOTORTRAVELER ya karena kami jalan-jalannya dengan menggunakan motor. Jadi 6 orang itu adalah Andy Qithing ( Koordinator), Tika Nduts ( Konseptor dan Kreator) Joko, Fadjri, Silo ( Eksekutor) dan saya sendiri Danel Mahendra ( Dokumentasi ). 

Disini kami juga ingin mengubah sudut pandang masyarakat tentang Komunitas Motor atau pengendara motor ini, yang selama ini masyarakat tau biasanya kegiatan komunitas motor itu hanya Kopdar (kumpul-kumpul malam minggu) dan touring (jalan ke suatu daerah). Akan kami ubah, sehingga masyarakat juga tau bahwa ada komunitas motor yang kegiatannya mengunjungi suatu daerah, bercerita dan mengali potensi di daerah tersebut, dan membagikannya ke daerah luar dengan tujuan untuk memperkenalkan daerah tersebut.

andy Qiting (jaket Coklat)


Tika Nduts

Joko
Fadjri

Silo
ini saya (belum sempet action bareng motor)
Meskipun anggota resmi kami hanya 6 orang, tapi kami selalu membuka kesempatan untuk siapa saja yang ingin menjadi Volunter atau sukarelawan disetiap kegiatan yang kami jalankan. Linescapde tidak hanya berpusat pada kegiatan eksplore wisata dan jalan-jalan, tapi kami juga mencoba untuk membantu dibidang Pendidikan dan Pemberdayaan masyarakat.  Saat ini Linescapade sendiri sudah tergabung dalam Sudut Bumi Movement sebagai bagian dari jaringan di daearah Lampung, yang mana sudut bumi ini sendiri merupakan suatu pergerakan sosial dibidang pendidikan dan pemberdayaan diruang alternatif yang man sudut bumi ini sudah memiliki jaringan antaranya di daerah Lombok, Jogja, Bandung, Sukabumi dan lain-lain. 

Kami juga memiliki misi Untuk mengangkat Lampung dan potensi yang ada didalamnya agar dapat menjadi salah satu daerah yang dikenal. Untuk itu, kami memiliki progam berkelanjutan yang rutin kami jalankan minimal 2 bulan sekali dengan tema RIDE, CARE, and SHARE. Apa maksud dari tema tersebut?? 
RIDE kami berkendara (sepeda motor) menuju lokasi yang kami yakini memiliki potensi yang cukup besar, namun tempat tersebut belum dikelola dan di kembangkan dengan baik.
CARE kami berinteraksi dengan daerah disekitar tempat yang kami kunjungi untuk mencari tahu potensi lain apa yang ada didaerah tersebut, kendala apa yang dihadapi oleh masyarakat didaerah Tersebut, dan kami juga ingin mendengarkan apa harapan dari masyarakat didaerah tersebut. Jadi istilah gaulnya kami curhat dan saling berbagi dengan masyarakat didaerah tersebut.
SHARE dan akhirnya, apa yang kami dapatkan dari kegiatan ini dapat kami bagikan ke daerah luar dengan harapan dapat memperkenalkan daerah itu ke masyarakat luas sehingga nantinya daerah tersebut dapat dikenal dan potensi yang ada didalamnya dapat dimanfaatkan dengan baik yang pada akhirnya dapat mensejahterakan masyarakat disekitar daerah tersebut.

beberapa daerah yang sudah pernah kami datangi antara lain adalah daerah Moro-moro di Mesuji, Motor Pustaka di Lampung Selatan, Rumah Belajar Suluh Harapan Insani  di Lampung Timur, dan Rumah Baca Jalosi Sanak Negeri di Kecamatan Air naningan Tanggamus.

anak-anak di Moro-moro Mesuji
Motor Pustaka di Lampung Selatan
Rumah Belajar Suluh Harapan Insani di Lampung Timur
anak-anak Jalosi Sanak Negeri di Tanggamus
Disetiap tempat yang kami datangi, kami tidak hanya datang, duduk, diam, dan bercanda saja. tapi kami memberikan sedikit bantuan buku tulis, buku bacaan dan alat tulis serta perlengkapan sekolah yang kami dapatkan dari berbagai donatur dan juga dari beberapa Pihak yang bersedia bekerjasama dengan kami untuk mensukseskan disetiap kegiatan kami. Beberapa Pihak yang dengan baik hati mau bekerjasama dengan kami antara lain ada Focusone dan Kucay Indonesia. 

Selain itu, kami juga memberikan pelatihan keterampilan untuk adik-adik sehingga mereka memiliki keterampilan baru yang mana harapannya mereka dapat berkreasi dalam mengembangkan dirinya. Seperti dibeberapa kegiatan yang telah kami lakukan, kami memberikan pelatihan seperti Menggambar yang diajarkan langsung oleh kakak Oji dari Komunitas Lampung Menulis, dan ada juga pelatihan membuat baju kreasi yang diajarkan oleh kakak Oi dari Helau Tie dye.

kak Oi lagi menjelaskan ke adik-adik
baju kreasi hasil dari pelatihan adik-adik dengan kak Oi
Tidak hanya memberikan pelatihan, Kami juga seringkali mengajak adik-adik ditempat yang kami kunjungi ini untuk bermain bersama. Jadi kami buatkan semacam game permainan yang mana mereka dapat bersenang senang dan berlomba. Bukan hadiah atau kemenangan yang kami harapkan dari kegiatan lomba dan game tersebut, tapi lebih ke meningkatkan sosialisasi antar anak-anak, kekompakan dan kerjasama dalam kegiatan tersebut. Tetapi kami tetap memberi hadiah sederhana untuk beberapa pemenang, harapannya sebagai bahan motifasi agar anak anak tersebut mengikuti kegiatan dengan semangat.

Bermain game sambung pipa
bukan menang atau kalah, yang penting Bahagia
Melihat anak-anak semangat membaca dan antusias terhadap kedatangan kami saja bagi kami sudah menjadi balasan yang sangat membahagiakan. karena dengan ini kami menjadi orang-orang yang hidupnya tidak terbuang sia-sia karena masi dapat berbagi dan memotivasi orang lain. Kenapa kami mengajarkan adik-adik untuk gemar membaca??
karena banyak hal positif yang di dapat dari kegiatan membaca. Jika kamu tidak memiliki cukup daya untuk mengelilingi dan mengetahui seisi dunia, cukup membacalah, karena dengan kamu membaca maka seisi dunia yang akan datang dan memberikan pengetahuan kepada kamu. Karena membaca membuka jendela dunia. semakin sering kamu membaca, maka kamu akan semakin mengenal dunia.

membaca membuka Jendela dunia
Adik-adik memiliki rasa penasaran dan ingin tahu yang besar tentang dunia luar
 Seringkali ada pengalaman lucu, menyenangkan, dan mengenakkan dari setiap perjalanan yang kami lakukan. Seperti yang sering saya alami, karena saya lebih sering menghandle dokumentasi maka seringkali saya jalan dengan menenteng kamera yang saya miliki, disini saya sering dikira seorang wartawan yang sedang mencari berita atau ingin melakukan suatu pembangunan jalan dan jembatan didaerah merekaa. "Pak mau bangun jalan sama jembatan yaa" kurang lebih seperti itu yang mereka katakan ke saya, dan saya hanya membalas singkat "bukan bu cuma foto foto biasa aja" dan itu saya jawab sambil senyum senyum malu hehehehe
Ada lagi seorang ibu-ibu yang rela berhenti ketika lagi naik motor cuma untuk menegur kami yang sedang jalan, "mas mampir dulu lo, itu rumah saya sebelah situ yang warna kuning, ngopi ngopi dulu" dan itu dia sampaikan dengan wajah yang sangat ramah. tawaran seperti itu bukan sekali 2 kali kami dapatkan, tapi seringkali. Hal ini mungkin menjadi indikator bahwa masyarakat nyaman dengan kedatangan kami.
Ngopi gratis dirumah Warga
Tidak banyak yang kami harapkan, kami dapat menjadi berguna dan dapat menyebarkan suatu kebaikan bagi orang lain itu sudah cukup. Menebarkan Virus membaca, Mengangkat budaya dan potensi yang ada disuatu masyarakat, dan kemudian mengembangkannya hingga dapat berguna bagi masyarakat sekitar.

kami sadar masih banyak kekurangan dalam diri kami, tapi kami juga selalu berusaha untuk jadi yang lebih baik kedepannya. Salam dari Kami LINESCAPADE.

















Monday, 29 August 2016

Berbaur di SEMARAK BUDAYA FESTIVAL KRAKATAU Lampung


Selamat datang kembali para Traveler Amatir ke blog sederhana ini *tooss* *kemudian kasih minum*
Kali ini gua mau menceritakan pengalaman gua waktu menyaksikan gelaran acara kemaren nihh. Jadi tepatnya tanggal 28 Agustus kemaren itu ada gelaran Pawai Budaya gitu lah yang merupakan rangkaian acara dari Festival Krakatau yang udah jadi agenda tahunan dari Provinsi Lampung sebagai wadah untuk mempromosikan pariwisata yang ada di Lampung.
Jadi kegiatan ini diadain di sekitar Tugu Adipura Bandar Lampung.

Jadi 2 hari sebelum acara gua emang udah menghubungi beberapa teman buat bareng-bareng dateng ke acara ini, jadi biar ntar pas di sana gua itu gak kaya anak yang kehilangan orang tua ditengah keramian kota. Jadi gua BBM Exaudio Siregar dan Feri Budi alias Perbud (sebenernya masih banyak nama alias dia lainnya yang gak bisa gua sebutin satu persatu).
yang mana Exaudio Ini kan salah satu Fototraveler hits dan fotonya Cihuy-cihuy lah pokoknya, jadi dengan gua ngajak dia kan sedikit banyak gua bisa mencuri ilmu foto yang doi punyaaa. dan kalo Perbud ini doi anak hits Bandar Lampung pokoknyaa, temenya Buanyakkkkkkkk tumpah ruah di Bandar Lampung ini.

Jadi digelaran festival kali ini gua merasa cukup beruntung, karena gua udah punya kamera sederhana yang gua beli dengan susah payah coyy. jadi jangan heran ya kalo kalian liat gua sangat menjaga kamera yang gua punya (bahkan berkesan agak lebai), karena gua harus nunggu sampe 3  tahun lebih cuma buat bisa beli kamera sederhana ini. Dan bangganya lagi, kamera ini gua beli dengan kerja keras gua sendiri booyy bukan kerja keras orang tua guaaaa. Nanti lo bakal ngerasa deh, gimana senengnya bisa beli barang dengan kerja keras sendiri yang kadangan keringet itu ngalir mulai dari kepala lewat punggung sampe masuk ke belahan pant*t, ITU BARU SESUNGGUHNYA KERJA KERAS BOOYYY. 

Jadi pokoknya kemaren di acara itu gua udah sok gaya kaya para potographer propesional gitu lah, liat bagus dikit gua foto, cewek cantik dikit gua foto, rombongan unik dikit gua foto, tukang somai lewat gua foto (kalo yang ini bawaan laper menn). Pokoknya gaya guaa udah ngalah ngalahin potographer propesional lah. Dan gak salah salah boy, gua juga berdiri di jejeran para potographer profesional boy.
Dan kadang disini gua merasa konyol, gua kaya berada di tengah lapangan perburuan dengan para pemburu profesional dengan senjata senjata besar kaaya Senapan Mesin, AK47, pistol Magnum dan senjata besar lainnya, dan gua hanya bermodal Senapan Angin hahahaha. kadang gua sangat minderr, yang mana mereka bisa Membunuh dengan satu kali tembakan, sedangkan gua harus berkali- dan kalo bisa dengan jarak yang paling dekat dengan objek, itupun gua harus bisa mencari di mana titik vital dari objek, biar tidak buang buang peluru. 

ini kamera guaaa
Bisa dibayangkan kan gimana mini dan mungilnya kamera yang gua pakee ini. ya meskipun mini gua percaya kok kamera ini punya powernya sendiri.

ini om om Photographer sungguhan
Dan ini para photographer yang berdiri disamping gua, ngerikan senjatanya. yang ada difoto itu Namanya Om Budhi Marta Utama (om Para Lampung) yang IG nya diem diem udah gua follow jadi gua tau, dan oom nya belum tau gua karena emang belum pernah ketemu sebelumnya hihi

Mereka biasanya bawa dua kamera, gua juga belum begitu ngerti si kenapa para fotographer itu biasanya bawa 2 kamera, mungkin biar gak ribet ganti ganti lensa kalik yaa jadi gak susah payah ganti lensa kalo ketemu situasi dan lokasi yang berubah ubah kalik yaa. kalo gua si jangankan mau bawa 2 kamera, bisa bawa satu kamera aja untung-untungan hihihihi. 
Dan mereka juga pada bawa tas besar yang gua yakin itu isinya peralatan fotografi lengkap. Tapi ya gak beda jauh si dengan gua yang waktu itu juga bawa tas lumayan gede, jadi mungkin mereka berpikir bahwa sebenernya gua juga punya banyak kamera dan peralatannya didalam tas, padahal kenyataannya tas gua itu isinya cuma baju salin, jaket dan air minum hahahahahahaha 

lagi berdiri, ternya bapak Gubernur Lampung lewat depan guee dong mau mulai buka acara pawai budayanya, jadi gua sempetin lah ngambil beberapa momen biarpun hasilnya gak begitu ciamik.
Bapak Gubernur Lampung M Ridho Ficardo
dan pas pak Gubnernur lewat, ada cewek yang berdiri dibelakang gua ribut banget ngomong sama temennya "buhh pak gubernur ganteng banget ya, buhhh ganteng banget siii" dan itu gak berenti berenti. gua heran aja gitu, perasaan dari tadi dia bediri dibelakang gua lah, tapi kok dia gak ributin gua yang ganteng ini juga sama temannya itu yaaaaaa hahaha

Pawai dimulai coy, keliatan banget banyak peserta dengan pakaian daerah yang keren2. gua sempet ngambil beberapa gambar yang menarik perhatian gua.
Metro
Gua gak bisa nih ngilangin sifat narsisme budaya gua, jadi pertama kali memang yang gua cari itu ya rombongan dari Kota Metro yang mana memang ini juga kota tempat gua tinggal. dan ketemuu!!!!!!
katanya si yang bawa tulisan ini muli 1 Kota Metro tahun 2015, tapi gua gak paham mukanya karena ketutupan topeng.

cantikk ueyyy Bandar Lampung
Dan yang menarik perhatian gua saelanjutnya adalah dari Bandar Lampung. cuantikkkkk broo. di sini gua merasa menemukan separuh sayap gua yang hilang dulu dehhh. ntah kenapa cewek2 yang ikutan pawai kemaren ini keliatan cantik. jadi gua kasih tau aja nih yaaa MENYESAL LAH KALIAN PARA LAKI-LAKI YANG KEMAREN GAK LIAT KARNAVAL BUDAYA INI!!!!!!!!


cantik berwajah duaa
nihh juga sangat menarik, disini gua kaya melihat panggung kehidupan. Dimana ada wanita cantik tapi dia memiliki 2 wajah. yang mana wajah yang satu di gunakan untuk menutup wajah yang lainnya.

lesung pipinya itu lohhhh
nihhh waktu lagi jalan ada yang kembali mengalihkan perhatian gua. Senyum dari salah satu peserta pawai ini. Senyumnya si biasa aja yaaa, tapi lesung pipi yang keluar pas doi senyum itu lo yang berasa kaya menghipnotis gua. bohong kalo lo bilang ini gak manis, karena gula yang biasa emak gua beli untuk buat teh dirumah aja gak semanis ini.

Ini Dari Pesisir Barat
senyum dari peserta yang berasal dari pesisir ini kayanya tulus banget yaaaa. Jadi pas dia senyum itu gua langsung berasa Baper, langsung deh jiwa-jiwa melankholis gua keluar. dan gua secara tanpa sadar langsung membalas senyumnya dengan senyum lebar yang keluar dengan sendirinya dari bibir gua tsahhhhhh ihiiwwww


dari Pringsewu
nahhh Ini yang menurut guaaa paling cantikk, kontingen dari Pringsewu. cantik, tinggi, ramah, dan murah senyum. Jadi kayanya para peserta pawai ini udah di breafing sebelum acara deh supaya kalo ada kamera yang mengarah ke mereka supaya meeka bisa langsung gayaa.
karena dari pengamatan dan yang gua rasain langsung, gua gak perlu susah payah buat bilang minta foto ke mereka, hanya dengan gua mengarahkan kamera kearah mereka dan perpose layaknya photographer, mereka juga langsung mengerti dan langsung berpose layaknya model.
ini yang gua sukaaa, cewekkk yang peka gini lo yang di idam-damkan para lelaki di seluruh duniaaa tsahhhhhh

sekura
nahhhhhh di sini juga gua merasa beruntung. gua bertemu dengan rombongan Sekura dari Lampung Barat . Padahal udah 3 tahun lebih gua pengen ke lampung barat buat bisa liat yang namya sekura tapi gak pernah bisa. ehh kemaren malah sekuranya yang datengin gua ke Bandar Lampung.
ya meskipun gua yakin kalo sekura di Lampung barat pasti berbeda aura, dan suasananya yang gua yakin pasti lebih kerasa, tapi ya gua ngerasa cukup beruntung lah bisa ketemu di Bandar Lampung ini. Pokoknya si target gua kapan kapan harus bisa liat sekura langsung di Lampung Barat, liatnya dari jendela rumah panggung khas warga masyarakat Lampung Barat, kalo bisa si sambil minum Kopi liwa sama kueh Cucur liwaa jugaa hmmmmmmmmmmmm

sempetin foto pokoknya
Gan buat bukti kalo memang gua pernah liat sekura, jadi gua minta tolong temen gua perbud buat fotoin guaaa dengan idola bertopeng gua ini.

Owwww iyaaaaa disetiap acara pasti ada momen Momen bagus dari aktivitas masyarakat sekitar yang di lalui acara tersebut. Kemaren si beberapa kali gua nemu momen yang agak mengharukan.
adek penjual es
Pertama gua liat adek yang sibuk jualan es di semaraknya acara pawai ini. Adek ini semangat kerja jualan es buat cari duit di mana anak-anak seusianya sibuk menikmati dan menyaksikan pawai budaya. Kadang gua malu liat semangat adek ini yang besar padahal dia masih kecil, dan gua kadang cuma punya semangat yang kecil padahal gua udah mau beranjak besar tsahhhhh

lalu ada juga momen ini
semangat yaaa mbahh
Momen dimana orang orang lagi libur kerja dan menikmati suasana pawai budaya, tapi mbah ini masih tetap kerja dan menikmati paai budaya dari becak yang merupakan teman beliau untuk kerja mencari rupiahh.
semangat yaaaa mbahh.

Karena gua rasa memon gua udah cukup, jadi gua cukupkan liat karnavalnya, dan gua bareng dio (sapaan Exaudio) pindah ke daerah sekitar tugu adipura dimana emang pusaat aacaranya disitu. saat saya dan dio sampe ternyata udah banyak peserta yang lebih dulu sampe. Keliatan si ekspresi kalo mereka kecapekan, 
ekspresi capek 
Menurut gua si, perhatian buat para peserta pawai kemaren kurang. Nih buktinya sampe ada yang tidurana dijalanan karena kecapekan. harusnya di kasih ruang dong buat para peserta pawai yang udah dengan susah payah menyemarakkan pawai budaya ini.

adeknya bingung liat topengnya
Tapi yang gua salut biarpun mereka capek, mereka masih dengan senang hati mau nemenin kalo ada penonton yang mau minta foto bareng sama mereka.

capeek ueyyy
gua yang sama dio cuma jalan sambil foto foto doang tanpa tanggung jawab apapun aja lumayan caapek, apalagi para peserta pawai yang harus gaya dan nemenin orang orang yang minta foto yaaaa. psti lebih capekk.

Jadi karena sudah lelah, gua dan dio duduk duduk dan berbaur sebentar diantara para peserta pawai, admin-admin media sosial, bloger-bloger, dan para fotographer yang pas acara kemarin itu secara gak langsung saling ketemu dan bisa saluing bertegur sapa sambil berkenalan langsung lah, karena kan beberapa ada si yaaaa orang yang baru kenalan di media sosial aja tapi sebelumnya belum pernah ketemu langsung, jadi di acara kemarin kita bisa banyak ketemu sama orang orang dan temen2 media sosial gua itu lah.

Ketika lagi santai, ternyata ada pak polisi yang dulu sempat menyita perhatian masyarakat dengan julukan polisi ganteng. 
Bapak Wakapolda Lampung Kombes pol Krishna Murti
Ternyata setelah ketemu dan foto bareng, di situ gua sadar kaya gua gak kalah ganteng juga si sama bapak wakapoldaa ini. cuma gua di kemas dengan kemasan yang agak ekonomis aja makanya agak kecil hihihi
owww iyaaaaa, ternyata diacara pawai budaya kemaen itu, ada acara pemecahan Rekor Musium Rekor Indonesia (MURI) nya juga lo dengan kriteria 1000 topeng.

jadi kalian yang gak ikut dan ngeliat kemaren menurut gua ya cukup menyesal juga lahh,
jadi sekian cerita tentang pawai budaya dirangkaian Acara Festival Krakatau kemaren yaaaa.
see youu di ceritaaa selanjutnyaaa yaaaaa
salam Traveler Amatir.